Rekap Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Syukuran Tujuh Bulanan, Swedia Lupa Cara Kasih Ampun

Timnas Jerman dan Swedia tampaknya sedang mode "pilih kasih" di Piala Dunia 2026. Alih-alih berbagi poin dengan ramah, kedua tim ini justru kompak menggelar pesta pora bantai-membantai yang bikin tim lawan pulang sambil garuk-garuk kepala.
Jerman Lupa Caranya Berhenti Cetak Gol
Menghadapi tim debutan Curacao, pelatih Jerman Julian Nagelsmann langsung menurunkan skuad mode galak. Jamal Musiala dipasang buat jadi pelayan setia yang memanjakan sang ujung tombak, Kai Havertz. Di lini tengah, Aleksandar Pavlovic dan Felix Nmecha berdiri kokoh bak satpam komplek elite.
Pertandingan baru berjalan enam menit, Felix Nmecha sudah bikin kiper Curacao senam pagi. Curacao sempat sok akrab dengan menyamakan kedudukan lewat Livano Comencia di menit ke-21.
Tapi sayang, gol itu justru membangunkan singa tidur. Jerman yang mengamuk langsung memberondong gawang Curacao dengan enam gol tambahan tanpa permisi. Nico Schlotterback ikutan menyumbang nama (38'), Kai Havertz bikin dua gol biar adil (45+5' dan 88'), disusul Jamal Musiala (47'), Nathaniel Brown (68'), dan ditutup oleh Denis Undav (78'). Skor akhir 7-1, sebuah skor yang lebih mirip hasil pertandingan game FIFA tingkat kesulitan easy.
Sementara itu di pojok lain Grup E, Pantai Gading menang tipis 1-0 atas Ekuador berkat gol Amad Diallo di menit-menit akhir. Lumayan buat nemenin Jerman di papan atas, walau selisih golnya kalah jauh.
Jepang Rusak Rencana Liburan Belanda, Swedia Menggila
Pindah ke Grup F, duel Belanda vs Jepang berjalan sangat dramatis. Belanda yang diunggulkan baru bisa tersenyum di menit ke-51 setelah Virgil van Dijk menyundul bola dengan estetik. Tapi senyum itu cuma bertahan enam menit karena Keito Nakamura langsung menyamakan kedudukan.
Belanda kembali unggul lewat Crysencio Summerville di menit ke-64. Ketika para pemain Belanda sudah bersiap selebrasi tiga poin, Daichi Kamada muncul bak hantu di menit ke-88 untuk menyundul bola dan memaksa skor berakhir imbang 2-2. Slogan "Mental Baja Samurai Biru" sukses bikin De Oranje gigit jari.
Di saat Belanda dan Jepang sibuk berbagi satu poin, Swedia justru melesat sendirian setelah membantai Tunisia 5-1. Duet maut Premier League, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres tampaknya lupa caranya bermain ramah.
Namun, pahlawan sebenarnya adalah Yasin Ayari dari Brighton yang memborong dua gol (7' dan 90+6'). Tiga gol sisa dibagi rata kepada Isak (30'), Gyokeres (59'), dan Mattias Svanberg (84'). Tunisia cuma dikasih hiburan satu gol lewat Omar Rekik di menit ke-43, itu pun mungkin karena Swedia kasihan melihat kiper Tunisia bolak-balik mungut bola di gawang sendiri.
- Art
- Business
- Cryptocurrency
- Culture
- Education
- Film
- Finance
- History
- Hobbies
- Humor
- Health
- Music
- News
- Opinion
- Personal
- Politics
- Spirituality
- Sports
- Storytelling
- Technology
- Tutorials
- Web Development