Beberapa waktu lalu, jagat maya sempat dihebohkan oleh kabar penemuan Asteroid 16 Psyche, sebuah objek antariksa masif yang diklaim menyimpan kandungan emas dan besi bernilai kuadriliun dolar. Banyak spekulasi beredar bahwa objek tersebut adalah "gunung emas" melayang yang siap ditambang. Namun, apakah benar NASA meluncurkan misi ke sana demi memburu harta karun? Jawabannya adalah tidak.
Secara ilmiah, 16 Psyche bukanlah sebongkah emas murni. Asteroid unik yang terletak di sabuk utama antara Mars dan Jupiter ini didominasi oleh unsur nikel dan besi. Keistimewaan inilah yang memicu rasa penasaran para astronom. Berbeda dengan mayoritas asteroid yang kaya akan batuan atau es, Psyche diduga kuat merupakan sisa-sisa inti planet purba (planetesimal) yang gagal terbentuk pada masa awal Tata Surya.
Inilah alasan utama mengapa wahana antariksa robotik milik NASA dikirim ke sana. Manusia tidak pernah bisa melihat atau meneliti inti Bumi secara langsung karena posisinya yang terlampau jauh di bawah kerak bumi yang panas dan bertekanan ekstrem. Dengan mempelajari 16 Psyche yang telanjang tanpa lapisan batuan luar, para ilmuwan seolah-olah mendapatkan kesempatan langka untuk melihat langsung ke dalam jantung planet terestrial seperti Bumi, Mars, dan Merkurius.
Misi ilmiah ini bertujuan untuk memetakan topografi, mengukur medan magnet purba, serta menganalisis komposisi kimiawi permukaan asteroid menggunakan instrumen canggih. Melalui data-data tersebut, kita dapat memahami teka-teki tabrakan dahsyat di masa lalu yang mengupas lapisan luar planet purba tersebut. Jadi, alih-alih urusan komersial atau tambang komoditas, misi ini sepenuhnya berjalan atas nama pengetahuan dan sejarah asal-usul tempat tinggal kita.
